Manusia Super Introvert Garis Keras - Alfan Fazan Jr.
 Manusia Super Introvert Garis Keras

Manusia Super Introvert Garis Keras


Kalau di tongkrongan ada manusia yang tiap diajak keluar jawabannya selalu:
"Nanti lihat mood."
"Kayaknya aku di rumah aja."
"Kalian duluan, aku support dari jauh."

Nah, itu biasanya bukan sombong. Bukan juga lagi marah. Itu spesies langka: manusia introvert garis keras.

Tipe orang begini kadang kalau sehari gak ketemu orang malah sehat. Tapi kalau dua jam disuruh basa-basi sama orang yang gak terlalu akrab, energinya habis kayak baterai HP tinggal 3 persen tanpa charger.

Lucunya, orang introvert garis keras ini sering disangka hidupnya menyedihkan.

Padahal kenyataannya? Belum tentu.

Ada orang yang duduk sendirian di kamar, kipas muter pelan, teh hangat di samping, HP mode senyap, lalu merasa dunia ini damai sekali. Itu bukan kesepian, itu surga kecil versi hemat biaya.


Kadang orang luar bingung:

"Kok betah sih sendirian terus?"

Padahal buat introvert, sendirian itu bukan hukuman. Justru kadang penyelamatan.

Karena terlalu banyak orang itu kadang bikin kepala penuh:
ada yang nanya kapan nikah,
ada yang cerita tapi ujungnya pinjam uang,
ada yang ketawa paling keras tapi pulangnya ngomongin orang.

Makanya sebagian introvert memilih pulang cepat, rebahan, lalu menatap plafon sambil mikir hal-hal absurd:
"Kalau cicak jatuh pas tidur berarti dia juga capek ya?"

Dan anehnya... mereka menikmati itu. 😌

Tapi memang ada bedanya antara menikmati kesendirian dan kesepian.

Kalau menikmati kesendirian:
sendiri tapi hati tenang.

Kalau kesepian:
ramai pun tetap kosong.

Nah manusia introvert garis keras kadang ada di tengah-tengah dua dunia itu.

Dia nyaman sendiri, tapi sesekali juga pengen ada yang ngerti tanpa harus banyak tanya.

Pengen ada teman ngobrol, tapi bukan yang tiap lima menit bilang:
"Kok diem sih?"

Karena pertanyaan itu buat introvert rasanya kayak disuruh tampil pidato mendadak.

Padahal diam itu bukan error.
Diam itu fitur bawaan.

Kadang mereka bukan gak mau dekat sama orang, cuma selektif.

Karena bagi introvert, ngobrol panjang dengan orang yang cocok itu lebih menyenangkan daripada nongkrong rame tapi isi obrolannya:
"Eh dia sekarang gendutan ya?"

Makanya jangan heran kalau ada orang yang lebih bahagia batal datang ke acara daripada datang ke acara.

Undangan datang:
"Datang ya jam 7."

Jawaban hati:
"Semoga hujan deras." 🌧️

Karena batal hadir kadang memberi kebahagiaan setara gajian.

Dan yang paling lucu, introvert garis keras sering punya skill sosial yang bagus... tapi dipakai seperlunya saja.

Kalau perlu ramah, bisa.

Kalau perlu ngobrol, bisa.

Tapi habis itu butuh waktu sendiri buat recovery mental, kayak habis ikut lomba lari padahal cuma ngobrol 20 menit.


Intinya, tidak semua orang yang suka sendiri itu sedih.

Ada yang memang menemukan damai saat dunia sedang tidak ikut campur.

Karena kadang kebahagiaan sederhana itu bukan keramaian.

Tapi:
tidak diganggu,
tidak ditanya macam-macam,
dan sinyal internet lancar.

Itu sudah cukup bikin hidup terasa mewah. 😆📱☕

Baca Juga

Bagikan ke Rekan Anda

Berikan Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda ?