Gagal Itu Kadang Cuma Cara Hidup Bilang “Santai Dulu, Bos”

Gagal Itu Kadang Cuma Cara Hidup Bilang “Santai Dulu, Bos”

Kalau dipikir-pikir, hidup ini kadang mirip sinetron yang penulis skenarionya suka iseng. Baru semangat bikin rencana, eh besoknya gagal. Baru bilang dalam hati, “Kayaknya kali ini pasti sukses,” lima menit kemudian kenyataan datang sambil ketawa kecil.

Ada orang yang habis berhasil sekali, langsung jalannya berubah. Dada maju sedikit, cara bicara mulai seperti motivator seminar.

“Tenang, aku sudah paham pola hidup.” Padahal baru kemarin berhasil karena kebetulan wifi lancar dan nasib lagi sopan.

Sukses memang bikin semangat. Itu bagus. Tapi kadang sukses juga berbahaya kalau kebanyakan. Soalnya ada fase di mana orang baru menang sekali, tapi gaya berpikirnya sudah seperti pemegang saham mayoritas dunia. 😌

Baru juga satu target tercapai, langsung merasa semua urusan gampang.

Padahal hidup punya kebiasaan unik: kalau kita mulai terlalu pede, biasanya semesta langsung kasih soal susulan tanpa kisi-kisi.

Kegagalan lebih lucu lagi.

Saat gagal, mendadak semua terasa berat.
Sendok jatuh pun rasanya seperti sindiran alam.
Lihat orang lain berhasil sedikit, hati langsung bikin rapat darurat:

“Kenapa dia bisa, aku malah begini?”

Padahal sering kali gagal itu cuma tanda kalau cara kita kemarin memang masih ngawur. Bukan berarti tamat.

Kadang kita gagal bukan karena bodoh, tapi karena terlalu yakin tanpa cek rem dulu. Kayak orang berangkat jauh bensin mepet tapi tetap bilang:

“Tenang, nanti juga ada pom bensin.” Lalu dorong motor tiga kilometer. 😂

Yang menarik, justru setelah gagal biasanya otak mulai rajin.

Mulai mikir:
tadi salahnya di mana
kurangnya apa
siapa yang harus disalahkan... eh maksudnya diperbaiki

Karena jujur saja, banyak orang baru serius evaluasi setelah hidup menampar pelan.

Sebelum gagal:
“Pokoknya gas!”

Sesudah gagal:
“Coba kita analisis secara mendalam.”

Ternyata manusia memang kadang butuh dijewer keadaan supaya pikirannya nyala.
Lucunya lagi, kegagalan sering bikin orang yang tadinya sombong mendadak kalem.

Yang tadinya bicara:
“Aku mah gampang.”

Besok berubah jadi:
“Ya namanya juga proses.”

Nah itu dia. Proses kadang baru dihargai setelah ego sedikit dipreteli. asseeeeek
Makanya gagal itu jangan selalu dianggap musuh.
Kadang dia cuma guru galak yang ngajarnya memang tanpa senyum.
Kalau sukses bikin kita percaya diri, gagal bikin kita ngerti diri.
Kalau sukses bikin senang, gagal bikin isi kepala lebih matang.
Asal jangan habis gagal terus rebahan total sambil menyalahkan nasib, cuaca, zodiak, bahkan posisi sandal.
Karena hidup tetap jalan, dan kadang kesempatan berikutnya datang saat kita sudah berhenti drama.

Intinya sederhana:
Gagal hari ini bukan berarti besok tetap sama.
Kadang hidup cuma sedang bilang:
“Ulangi lagi, tapi kali ini jangan sok tahu.” 😄☕
Baca Juga

Bagikan ke Rekan Anda

Ngereng Eyatore Akomentar

Bagaimana Pendapat Anda ?