Hari ini tanggal 30 Maret, alarm para guru rasanya bunyinya beda ππ
Bukan cuma bunyi tring tring, tapi ada nuansa: “ayo kembali ke kenyataan, cuti sudah selesai, senyum profesional dipasang lagi.”
Setelah rentang libur Eid al-Fitr dan cuti bersama dari 16–27 Maret 2026, suasana sekolah biasanya mirip episode awal setelah jeda panjang: halaman sekolah masih sama, kelas masih sama, tapi energi anak-anak seperti habis upgrade versi terbaru π
Sebagai guru, tentu sudah harus siap menyambut anak didik. Walaupun jujur saja, kadang yang paling berat itu bukan bangun paginya, tapi menerima kenyataan bahwa suara rumah yang selama beberapa hari tenang sekarang diganti lagi dengan kalimat:
“Pak, bebas ya pak”
Padahal baru juga salam pagi π
Hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang itu selalu penuh kejutan. Ada siswa yang datang wajahnya segar karena habis silaturahmi keliling kampung, ada yang masih membawa aura mudik—jalannya pelan, matanya setengah watt, seperti raganya sudah di kelas tapi jiwanya masih di rumah nenek π€πͺ
Biasanya juga ada yang cerita tanpa diminta:
“Pak, saya kemarin dapat THR.”
Nada bicaranya kadang lebih bangga daripada saat dapat nilai bagus. Dan uniknya, THR itu sering lebih cepat habis daripada semangat mengerjakan PR πΈπ
Sebagai guru, kita tetap harus tampil siap: senyum dipasang, absen dicek, kelas dirapikan, lalu mulai mendengar berbagai versi cerita liburan. Dari yang realistis sampai yang agak sulit diverifikasi:
“Pak, saya hampir ketemu artis waktu mudik.” hampir hanya hampir..
Padahal artisnya cuma lewat di televisi warung makan πΊπ
Hari pertama begini biasanya belum cocok langsung bahas materi berat. Anak-anak masih mode transisi: otak masih loading, tangan masih refleks mau buka toples kue, bukan buku pelajaran πͺπ
Jadi kadang suasana kelas lebih cocok diawali dengan obrolan ringan: siapa yang paling jauh mudiknya, siapa yang paling banyak makan opor, dan siapa yang hari ini masih salah pakai jadwal pelajaran.
Namun di balik santai dan candaan itu, ada rasa yang selalu sama: sekolah hidup lagi π«✨
Suara langkah kaki di koridor, gaduh kecil sebelum bel masuk, sampai rebutan cerita antar teman—semua itu justru tanda bahwa rutinitas kembali berjalan.
Karena pada akhirnya, guru memang seperti ini: habis libur boleh santai, tapi begitu hari masuk tiba, mode siap siaga otomatis aktif.
Walaupun dalam hati kadang masih ada bisikan kecil:
“Liburnya kenapa terasa dua hari, padahal kalender bilang sudah lama?” π
☕

Ngereng Eyatore Akomentar
Bagaimana Pendapat Anda ?