Padahal kenyataannya, saldo kadang juga masih napas pendek.
Baru kenal sebentar, ngobrol belum sampai tahu makanan favorit, sudah sok bilang:
"Ini buat bulanan ya..."
Bulanan apaan? Hubungan saja belum jelas, status masih menggantung kayak kabel listrik depan rumah yang kalau hujan bikin deg-degan. 😆
Lalu si perempuan, dengan muka datar yang lebih tajam dari pisau dapur, jawab:
"Emang aku perempuan apa?"
Nah, kalimat ini biasanya bikin suasana langsung senyap. Yang tadi merasa gagah, mendadak mukanya kayak orang salah transfer tapi malu minta balik.
Karena memang lucu, ada laki-laki yang merasa setiap perempuan bakal luluh kalau lihat uang. Seolah-olah semua hati perempuan punya tarif parkir: masuk bayar, keluar tinggal senyum.
Padahal tidak semua begitu, Bos.
Memang ada perempuan model pemain. Yang kalau lihat nominal transfer, nada bicaranya mendadak lembut kayak penyiar radio malam. Yang awalnya balas chat tiga jam sekali, habis kirim saldo langsung aktif kayak admin online shop. Tapi itu ada kelasnya sendiri, jangan semua perempuan dimasukkan satu rak seperti mie instan di warung.
Masalahnya, banyak yang belum jadi apa-apa tapi sudah bergaya seperti donatur tetap. Sok mau kasih bulanan, padahal kadang pulsa sendiri masih pinjam hotspot tetangga. 🤣
Yang lebih lucu lagi, habis ditolak malah tersinggung dalam hati:
"Padahal aku niat baik..."
Niat baik itu tidak selalu harus dibungkus gaya sok mapan. Kadang niat baik cukup hadir tanpa kesan mau beli suasana.
Karena kalau semua dibuka pakai uang, nanti kesannya bukan perhatian, tapi kayak orang mau booking perasaan.
Di tongkrongan kampung, model begini biasanya jadi bahan cerita seminggu penuh.
"Kemarin dia sok kasih uang, ditolak mentah-mentah."
"Lha wong mukanya saja masih kayak nunggak iuran ronda, kok sudah gaya sponsor hidup." 😄
Kadang memang yang bikin gagal bukan nominalnya, tapi cara datangnya yang terlalu percaya diri. Belum tentu perempuan butuh uangmu, bisa jadi dia cuma pengin ketemu orang yang ngobrolnya waras, bukan yang tiap lima menit ingin terlihat paling mampu.
Karena perempuan juga paham: uang bisa dicari, tapi ketenangan menghadapi orang sok penting itu yang mahal.
Intinya sederhana:
jangan mentang-mentang pegang amplop, lalu merasa semua pintu hati bisa dibuka seperti bayar parkir.
Sebab kadang yang ditolak bukan uangnya…
tapi niat pamer yang terlalu bunyi dari jauh. ☕🔥😆

Ngereng Eyatore Akomentar
Bagaimana Pendapat Anda ?